Sabtu, 28 Maret 2015

jurnal



Perina Agustina

Jurnal Statistika dan Probabilitas
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id

1 306103@sttgarut.ac.id

Abstrak - Proses penghitungan data pemilik hp di sekitar yang telah diambli dari 50 sumber yang dimana akan di muat kedalam sebuah bentuk jurnah

  LANDASAN TEORI

A.  Tabel Distibusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh
B.  Grafik Histogram
Histogram adalah grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar supaya diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena grafik histogram merupakan kurve tertutup. Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyatakan interval kelas (batas bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama “Nilai“ dan ordinat diberi nama “Frekuensi“, atau f
c.  Membuat skala pada absis dan ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama  perskalaan pada ordinat. Hal yang penting adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis. Tinggi masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan) frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi prestasi belajar “Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh histogram sebagai berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat perbedaan pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan histogram dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini adalah nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas nyata, sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C.  Grafik Poligon
Untuk membuat grafik poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan penting antara grafik histogram dengan grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat dengan mengunakan batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve (garis-garis yang sudah dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon frekuensi, dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik tengah dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh, dapat dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.
D.  Grafik Ogive
Grafik ini disebut juga dengan grafik frekuensi meningkat. Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan dibandingkan dengan kedua grafik sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik Ogive dapat dibuat, baik dari distribusi tunggal maupun dari distribusi bergolong. Pembuatan Ogive dimulai dengan cara-cara seperti membuat grafik lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis dan ordinat, berbanding kira-kira seperti satu banding tiga perempat, (2) membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari batas bawah di sebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi intervalinterval yang bersangkutan, (4) selanjutnya, disempurnakan dengan mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk penyajian. Hal yang perlu diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan menggunakan batas nyata dan bukan titik tengah sebagaimana grafik poligon. Berikut ini diberikan contoh untuk membuat grafik Ogive dari distribusi bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat dengan frekuensi meningkat dari atas atau dari bawah..

 
 Grafik Ogive digunakan, apabila ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal dalam kelompoknya sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya. Oleh karena itu, banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus, dan semacamnya yang dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu  kerapkali digunakan untuk mengadakan penilaian tentang kecakapan perorangan
















III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
a.       Data jumalah hp
2
4
4
5
2
2
5
5
4
3
3
5
12
4
4
9
9
7
3
7
4
3
2
3
3
2
2
6
1
3
2
6
4
2
2
4
4
8
4
7
10
7
11
9
5
10
1
6
9
12


b.      Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan

Nilai minimal
1
Niai  maksimal
8
Range
7
Kelas
6
Interval
1,17


c.       Data yang di atas ini di rekap dalam tabel
Tepi bawah
Tepi atas
Frekuensi
1
2
10
3
4
14
5
6
11
7
8
7
9
10
6
11
12
3

Jmlh
50







d.      Table Distribusi Frekuensi Relatif
Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.

Tepi bawah
Tepi atas
Frekuensi
relatif
1
2
10
20%
3
4
13
26%
5
6
11
22%
7
8
7
14%
9
10
6
12%
11
12
3
6%


Jml
100%

e.       Histogram Frekuensi
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang diatas.

Tepi bawah
Tepi atas
Batas bawah
Batas atas
Frekuensi
1
2
0,5
7
10
3
4
2,5
9
13
5
6
4,5
11
11
7
8
6,5
13
7
9
10
8,5
15
6
11
12
10,5
17
3




f.       Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan tepi atas.

Tepi bawah
Tepi atas
Nilai tengah
frekuensi


0,5
0
1
2
1,5
10
3
4
3,5
13
5
6
5,5
11
7
8
7,5
7
9
10
9,5
6
11
12
11,5
3


11,10
0



G.  Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kurang dari  data di atas.


Ogif
Kurang dari

0,9
0
2,9
2
4,9
18
6,9
25
8,9
5
10,9
3
12
3

Data ini menetukan lebih dari data di atas.

Ogif
Lebih dari

0,9
3
2,9
3
4,9
5
6,9
25
8,9
18
10,9
2
12
0






Penyajian data terpusat
Kelas
NT
F
FK
TB
TA
1
2
1,5
10
3
2
4
3,5
13
3
5
6
5,5
11
5
7
8
7,5
7
25
9
10
9,5
6
18
11
12
11,5
3
2
Jumlah





Mean
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean= 251/50 = 5.02
Jadi ukuran pusat rata-rata tunggal dari data tersebut adalah 5.02

 Median
Jumlah data frekuensi data sample =f =  n/2= 50/2 = 25. Maka f nya adalah 15. Dan letak medianya ada di 7-8
Keterangan:

  1. n= 50                                             f = 15
  2. interval = 7-5=2                            F = 16
  3. TBMe= 6-7/2 = 2.5

Median= TBMe + (1/2n-F)/f x interval
            = 2.5 + (1/2 x 50 – 16)/ 100
            = 2.5 + (25 - 16)/100
            = 2.5 + 9/100
            = 2.5 + 0.09
            = 2.59

Modus
Keterangan:
-          Karena frekuensi terbanyak ada di 7-8, maka letak modusnya pun disanya.
-          d1= 15-9= 6
-          d2= 15-12= 3
-          TBMo= 6-7/2 = 2.5
-          interval = 7-5=2                           
Modus = TBMo + d1/(d1+d2) x interval
            = 2.5 + 6/(6+3) x 100
            = 2.5 + 6/9 x 10
            = 2.5 + 60/9
            = 2.5 + 6.667
            = 9.167
Jadi ukuran pusat modus tunggal dari data tersebut adalah 9.167


Ukuran Letak
Kuartil
Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data terurut

Keterangan:
      • Kuartil 1
Letak Q1 =  ¼ x n = ¼ x 50 = 12.5
TBQ1 = 4+5/2 = 6.5
i = 100
F1 = 8
f1 = 9
Q1       = TBQ1 + i  [(Letak Q1-F1)/f1]
            = 6.5 + 100 [(12.5-8)/9]
= 6.5 + 100 (4.5/9)
= 6.5 + 100 (0.5)
= 6.5 + 50
= 56.5
      • Kuartil 2
Letak Q2 = 2/4 x n = 2/4 x 50 = 25
TBQ2 = 6+7/2 = 9.5
i = 100
F2= 17
f2 = 15
Q2       = TBQ2 + i  [(Letak Q2-F2)/f2]
            = 9.5 + 100 [(25-17)/15]
            = 9.5 + 100 (8/15)
            = 9.5 + 100 (0.53)
            = 9.5 + 53
            = 62.5

      • Kuartil 3
Letak Q3 = ¾ x n = ¾ x 50 = 37.5
TBQ3 = 8+9/2 = 12.5
i = 100
            F3= 32
f3 = 12
Q3       = TBQ3 + i  [(Letak Q3-F3)/f3]
            = 12.5 + 100 [(37.5-32)/12]
            = 12.5 + 100 (5.5/12)
            = 12.5 + 100 (45)
            = 12.5 + 45
            = 57.2


Desil
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. Karena desil itu membagi letaknya menjadi 10, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya desil 1-3 saja.
    • Desil 1
LD1 = 1/10 x n = 1/10 x 50 = 5
TBD1 = 2+3/ 2 = 3.5
i = 100
F1 = 4
f1= 4
D1       = TBD1 + i [(LD1-F)/f]
            = 3.5 + 100 [(5-4)/4]
            = 3.5 + 100 (1/4)
            = 3.5 + 25
            = 28.5
    • Desil 2
LD2 = 2/10 x n = 2/10 x 50 = 10
o    TBD2 = 4+5/ 2 =6.5
o    i = 100
o    F2 = 8
o    f2= 9
o    D2       = TBD2 + i [(LD2-F)/f2]
·         = 6.5 + 100 [(10-8)/9]
·         = 6.5 + 100 (2/9)
·         = 6.5 + 100 (0.2)
·         = 6.5 + 20
·         = 26.5

    • Desil 3
LD3 = 2/10 x n = 3/10 x 50 = 15
TBD3 = 4+5/ 2 = 6.5
i = 100
F3 = 8
F3= 9
      D3       = TBD3 + i [(LD3-F)/f3]
= 6.5 + 100 [(15-8)/9]
= 6.5 + 100 (7/9)
= 6.5 + 100 (0.7)
= 6.5 + 70
= 76.5

Persentil
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. Karena persentil itu membagi letaknya  dari 100, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya persentil 1-3 saja.
    • Persentil 1
LP1 = 1/100 x n = 1/100 x 50 = 0.5
TBP1 = 0.5+1/ 2 = 1
i = 100
F1 = 0
f1= 4
P1        = TBP1 + i [(LP1-F1)/f1]
            = 1+ 100 [( 0.5-0)/4]
            = 1 + 100 (0.5/4)
            = 1 + 100 (0.125)
            = 1 + 12/5
            = 3.4

    • Persentil 2
LP2 = 2/100 x n = 2/100 x 50 = 1
TBP2 = 0.5+1/ 2 = 1
i = 100
F2 = 0
F2= 4
P2  = TBP2 + i [(LP2-F2)/f2]
= 1 + 100 [( 1-0)/4]
= 1 + 100 (1/4)
= 1 + 25
= 26
    • Persentil 3
LP3 = 3/100 x n = 3/100 x 50 = 1.5
TBP3 = 0.5+1/ 2 = 44
i = 100
F3 = 0
F3= 4
P3  = TBP3 + i [(LP3-F3)/f3]
= 1 + 100 [( 1.5-0)/4]
= 1 + 100 (1.5/4)
= 1 + 100 ( 0.375)
= 1 + 37.5
= 38.5



IV.             KESIMPULAN/SARAN
            Jadi, berdasrakan data file Nilai siswa yang ada di laptop penulis dapat dihasilkan data distribusi frekuensi relative, distribusi frekuensi kumulatif, hidtogram frekuensi, polygon, dan ogif. Sedangkan berdasarkan ukuran numerik dalah sebagai berikut:
  1. Mean               = 5.02
  2. Median            =  2.59
  3. Modus             = 9.167
  4. Kuartil :
a.       Kuartil 1 = 56.5
b.      Kuartil 2 = 62.5
c.       Kuartil 3 = 57.2

  1. Desil:
a.       Desil 1 = 28,5
b.      Desil 2 = 26.5
c.       Desil 3 = 57.2

  1. Persentil:
a.       Persentil 1 =  3.4
b.      Persentil 2 = 26
c.       Persentil 3 = 38.5


UCAPAN TERIMA KASIH
 Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya lah jurnal ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Juga tak lupa kepada kedua orang tua, Dosen dan Teman-teman  yang telah memberikan motivasi dan tak henti-hentinya mendo’akan penulis

II.            DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.
Satria,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Data Numerik. STTG:Garut.
Satria,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Tabel Frekuensi. STTG:Garut
KESIMPULAN/SARAN
Berdasarkan hasil analisis current system atau sistem yang sedang berjalan, yaitu kepemilikan hp dari beberapa sumber dapat di tarik sebuah kesimpulan yakni rata-rata mereka memiliki hp di atas angka 1 dan diantaranya tidak melebihi angka 5 .

UCAPAN TERIMA KASIH
 Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya lah jurnal ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Juga tak lupa kepada kedua orang tua, Dosen dan Teman-teman  yang telah memberikan motivasi dan tak henti-hentinya mendo’akan penulis

DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar